Tampilkan postingan dengan label Pasangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2010

Tujuh Alasan Pria Berselingkuh

Banyak alasan yang dikemukakan pria saat ketahuan selingkuh. Beberapa di antaranya sangat mengejutkan pasangan wanita mereka.

Umumnya, pria tidak akan berselingkuh hanya karena tertarik penampilan fisik wanita selain pasangan. Meski begitu, daya tarik wanita membuat banyak pria bertindak tak setia. Berikut beberapa pengakuan pria soal mengapa mereka selingkuh seperti dimuat dalam She Knows.

1. Tabiat alamiah
Pria jenis ini berpendapat memiliki lebih dari satu pasangan adalah sifat alami dan dorongan biologis pria sejak zaman purba. Menurut mereka, konsep monogami terjadi karena berevolusi selama jutaan tahun.

Monogami seumur hidup atau pernikahan, menurut mereka adalah konstruksi sosial ketat, dan relatif baru dalam hidup manusia. Dalam banyak budaya, menikah diharuskan sebelum memiliki anak. Namun kini teknologi memungkinkan wanita memiliki keturunan sendiri tanpa adanya perkawinan.

2. Mengulangi Sejarah
Pria ini mengatakan sejarah mencatat pria memang wajar memiliki banyak pasangan. Raja Daud memiliki 5.000 selir dan merupakan ayah dari sebuah bangsa. Pria dapat menjadi ayah dari ribuan anak, tetapi tidak dengan wanita yang hanya bisa memiliki beberapa anak. Menurut mereka, monogami bertentangan dengan evolusi dan sejarah manusia.

3. Merasa tertipu
Saat kencan pertama, boleh jadi pria terlihat lebih santai dan kasual. Padahal mereka mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih lama daripada acara formal. Tak hanya wanita, pria juga menginginkan kesan pertama yang baik.

Namun, bila hubungan makin dekat dan pasangan wanita tak lagi berdandan cantik untuknya, pria merasa dia telah tertipu. Dan bagi mereka, melirik dan selingkuh wanita lain yang lebih elok bukanlah sebuah cara curang.

4. Hanya menginginkan seks
Pria tipe ini mengakui berselingkuh hanya untuk memperoleh seks. Mereka menginginkan melakukan seks dengan banyak wanita, meskipun dalam hatinya hanya mencintai pasangan.

5. Tantangan
Perselingkuhan bagi sebagian pria adalah sebuah petualangan yang memicu adrenalin. Pengaturan waktu dengan pasangan berbeda membuat mereka harus berpikir kreatif dan merasa bersemangat.

6. Berawal dari empati
Saat melihat wanita yang membutuhkan bantuan, tak jarang pria menawarkan diri untuk membahagiakan wanita tersebut. Pada akhirnya, mereka pun terjebak dalam sebuah perselingkuhan.

7. Peluang menemukan yang terbaik
Di mata pria, tak ada wanita yang sempurna. Dengan berselingkuh, pria jenis ini memiliki beberapa wanita dalam hidup mereka untuk menemukan sesosok wanita idaman sempurna dan lengkap.


Sumber : www.vivanews.com

»»  Read More...

Arti Cinta di Mata Pria dan Wanita

Cinta meskipun dirasakan semua orang tetapi diartikan secara berbeda oleh pria dan wanita. Tim asosiasi psikolog Amerika Serikat mencoba mencari tahu perbedaan tersebut. Seperti dikutip dari Genius Beauty, survei dilakukan pada 2000 pria dan wanita yang berusia antara 20 dan 40 tahun.

Kesimpulan dari survei, pria dan wanita sangat berbeda dalam mendefinisikan arti kata 'cinta'. Kaum wanita lebih mengartikan cinta dengan perhatian, pengertian, kelembutan, rasa hormat, loyalitas, dan pengakuan. Sedangkan pria mengartikannya dengan kepercayaan, kekaguman, dukungan, penghargaan dan penerimaan
Tim psikolog percaya perbedaan tersebut memiliki dampak yang besar dalam memicu konflik antar pasangan. Hal yang paling sering menyebabkan perselisihan dalam keluarga dan hubungan percintaan antara lain ketidaksetiaan, pandangan yang berbeda pada perawatan anak, hubungan dengan keluarga, teman, atau kerabat lainnya.

Menurut tim psikolog, solusi masalah tersebut adalah memelihara kontak fisik yang intim antara pasangan. Hal lain yang juga sangat penting adalah meningkatkan kemampuan dan kemauan untuk dengan tenang membahas perbedaan sudut pandang dalam menghadapi suatu masalah.
 
 
 
 
»»  Read More...

Mengenali Emosi Pasangan Lewat Aroma Tubuh

Sepasang suami istri atau kekasih dengan hubungan yang sangat erat mampu mendeteksi emosi masing-masing. Mereka dapat saling mengenali emosi seperti ketakutan, kebahagiaan maupun gairah seksual pasangan hanya dari aroma tubuh.

Sebuah temuan Universitas Rice yang dimuat dalam Genius Beauty membuktikan, pasangan dengan hubungan erat secara naluriah bisa saling memahami perasaan masing-masing.

Penelitian yang dipimpin Psikolog Denise Chen ini mempelajari 20 pasangan heteroseksual yang menikah atau hidup bersama bersama selama satu hingga tujuh tahun. Para peserta ditunjukkan video untuk menginduksi perasaan takut, kebahagiaan dan gairah seksual. Di lengan mereka terdapat bantalan untuk mengumpulkan keringat.

Relawan kemudian mencium aroma keringat pasangan dan orang asing. Hampir dua pertiga pasangan mampu mendeteksi emosi pasangan dari aroma keringat. Makin lama pasangan tinggal bersama, kemampuan mengidentifikasi emosi pasangan makin peka. Sedangkan akurasi identifikasi emosi orang asing hanya mencapai 50 persen.
 
»»  Read More...

Kesalahan Terbesar Wanita Lajang

VIVAnews - Dalam petualangan mencari cinta sejati, banyak yang kemudian menyerah karena patah hati, mengalami hubungan buruk serta memiliki kisah asmara mengecewakan. Maka, banyak yang kemudian memilih hidup sebagai lajang daripada mencari pasangan.


Kebiasaan buruk dalam hal asmara memperparah dan merusak kepercayaan terhadap cinta dan hubungan yang sehat. Akhirnya, Anda menganggap sulit menemukan pasangan ideal.

Beberapa kebiasaan cinta yang buruk para lajang seperti dikutip Your Tango di antaranya,

1. Anda memilih pasangan yang tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional.

2. Telanjur berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang sulit, menyakitkan dan seringkali mengecewakan.

3. Merasa pasangan berusaha mengubah perilaku dan kehidupan Anda sesuai keinginannya

4. Anda merasa sudah terlambat untuk menemukan cinta sejati dan membangun kebahagiaan bersama pasangan.

Tak perlu terlalu khawatir apabila Anda akrab dengan salah satu pemikiran di atas. Yang perlu Anda lakoni adalah bersabar dan mengubah beberapa hal untuk memperoleh pasangan yang tepat. Berikut lima solusinya.

1.Identifikasi segala hal yang menghambat Anda menemukan pasangan ideal


Jauhkan pikiran bahwa tidak ada lagi orang baik yang bisa Anda ajak kencan atau hanya berharap keajaiban datangnya seorang pria yang tepat untuk menyelamatkan Anda. Selanjutnya, jujur terhadap diri sendiri tentang hal yang membuat Anda sulit menerima orang lain. Apakah penolakan di masa lalu, kekecewaan, pengkhianatan membuat Anda menutup hati? Sekarang saatnya membuka diri dan membuang ketakutan-ketakutan yang ada.

2. Buang kenangan menyakitkan


Agar Anda dapat lebih jernih melihat masih ada orang tepat, kumpulkan semua kenangan yang menyakitkan, kemarahan dan pengalaman buruk dari masa lalu. Terimalah sebagai sebuah pengalaman dan pelajaran. Kini Anda harus mampu menentukan jenis kehidupan apa yang Anda harapkan, dan pasangan ideal yang bisa membuat Anda kembali bersemangat.

3 Berhenti menunda kebahagiaan

 
Mulailah meraih kebahagiaan sekarang! Jangan menunggu meraih kebahagiaan sampai Anda merasa sudah waktunya. Ungkapan "Saya akan bahagia jika telah mendapat pekerjaan yang lebih baik" atau "Memiliki tubuh ideal lebih dulu" membuat Anda makin tersiksa dan merasa tidak percaya diri.

Saat berbahagia, energi positif akan menarik orang di sekitar Anda untuk mendekat dan membuka peluang hubungan. Jangan menunda memperoleh kebahagiaan esok hari, mulailah hari ini.

4. Ciptakan konsep hubungan yang Anda idamkan


Agar tak terperangkap stigma dari masa lalu Anda, ciptakan sebuah definisi dan kondisi hubungan menyenangkan versi Anda sendiri. Camkan dalam hati sebuah hubungan yang Anda inginkan, seperti hubungan sehat, ideal, penuh kasih sayang, menyenangkan dan saling mendukung satu sama lain.


Anda mungkin terkejut melihat perubahan pendapat ini. Dan sebagai hasilnya, Anda akan lebih berbahagia dan menarik orang yang berpotensi menjadi pasangan ideal.
Sumber : www.vivanews.com
»»  Read More...